Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Jelaskan Potensi Ekonomi Lokal kepada Warga Negara Asing di Sentra IKM Terpadu Jawet Pahari Hapakat

Palangka Raya, 12 November 2025 — Suasana hangat dan penuh antusiasme terasa di Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Terpadu Jawet Pahari Hapakat, yang beralamat di Jl. Mangku Raya Km. 10 Palangka Raya, saat sejumlah warga negara asing (WNA) berkunjung untuk mengenal lebih dekat proses pembuatan kerajinan berbahan dasar rumput purun, salah satu hasil alam khas Kalimantan Tengah. Warga negara asing tersebut berasal dari Spanyol dan Denmark.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh para pengrajin lokal dan pengelola sentra, tetapi juga melibatkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya, Program Studi Ekonomi Syariah, yang saat ini sedang melaksanakan PKL di Sentra IKM Terpadu Jawet Pahari Hapakat. Kehadiran para mahasiswa tersebut turut membantu dalam penyambutan tamu, pendampingan kegiatan, serta memberikan penjelasan mengenai konsep ekonomi kreatif berkelanjutan yang diterapkan di sentra.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan kunjungan ke lokasi pengambilan bahan baku purun. Para mahasiswa bersama para tamu asing meninjau secara langsung area rawa tempat rumput purun tumbuh alami, sekaligus menyaksikan proses pemanenan dan pengeringan bahan baku. Para pengunjung tampak antusias saat mengetahui bahwa bahan sederhana seperti purun dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi tanpa merusak lingkungan.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan praktek pembuatan sedotan alami dari batang purun, dipandu oleh pengrajin danan didampingi mahasiswa PKL UIN Palangka Raya. Dalam sesi ini, para WNA antusias memperhatikan proses detail memotong dan merangkai batang purun dengan teknik tradisional, sambil mendengarkan penjelasan mengenai nilai-nilai keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal yang menjadi prinsip dasar ekonomi syariah.
Setelah itu, kegiatan berlanjut pada sesi praktek menganyam purun menjadi produk sederhana, seperti beberapa jenis tas wanita dan pria serta bakul polibek. Mahasiswa PKL turut aktif membantu menjelaskan tahapan anyaman serta memperkenalkan berbagai motif khas daerah. Suasana terlihat akrab dan penuh semangat, diiringi tawa serta rasa ingin tahu dari para tamu asing yang memperhatikan dengan antusias proses kreatif tersebut.
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan foto bersama di depan bangunan utama Sentra IKM Terpadu Jawet Pahari Hapakat. Dalam momen tersebut, para tamu membawa beberapa hasil karya anyaman dan produk purun sebagai kenang-kenangan, sekaligus bukti apresiasi terhadap kreativitas masyarakat lokal.
Salah satu mahasiswa UIN Palangka Raya mengungkapkan rasa bangganya dapat terlibat dalam kegiatan ini. “Kami belajar banyak, bukan hanya tentang proses produksi tas purun, tetapi juga tentang bagaimana kerajinan lokal bisa menjadi sarana promosi budaya dan ekonomi syariah yang berorientasi pada keberlanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Sentra IKM Terpadu Jawet Pahari Hapakat bersama mahasiswa UIN Palangka Raya berharap dapat terus memperkenalkan potensi besar kerajinan purun ke tingkat internasional, serta memperkuat sinergi antara dunia akademik, pelaku IKM, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

